8.17.2015

Rumusan Dasar Negara: Pancasila

Pada sidang kedua BPUPKI, para tokoh-tokoh kebangsaan berunding untuk merumuskan dasar negara. Ada 3 tokoh sentral dalam peristiwa ini, yaitu Sukarno, Supomo dan Muhammad Yamin. Dari ketiga tokoh tersebut, rumusan tertulis yang disusun oleh Muhammad Yamin paling mendekati dari isi Pancasila saat ini, yaitu


  • Ketuhanan Yang Maha Esa
  • Kebangsaan Persatuan Indonesia
  • Rasa Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
  • Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  • Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia


  • rumusan ini nantinya akan menjadi cikal bakal Piagam Jakarta, yang berisi:
    1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
    2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
    3. Persatuan Indonesia
    4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
    5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

    Asal-usul bendera Merah Putih

    Ada dua cerita asal-usul bendera Merah Putih yang menurut saya menarik. Pertama yaitu merah-putih adalah warna panji/pataka kerajaan-kerajaan Nusantara pada zaman dahulu, seperti Kerajaan Majapahit, bendera perang Sisimangaraja IX, pejuang-pejuang kesultanan Aceh, kerajaan Bugis Bone, bendera perang Pangeran Diponegoro, dan yang lainnya. Kedua, terdapat legenda Austronesia mengenai dualisme alam, yaitu Bapak Langit yang diwakili warna putih, dan Bunda Bumi yang diwakili oleh warna merah, dimana Bunda Bumi dan Bapak Langit bersinergi melindungi manusia. Maka, sungguh keliru jika ada orang yang menyebut bendera Indonesia meniru bendera negara lain atau pengurangan warna biru dari bendera Belanda, karena kita memiliki sejarah yang panjang dan historis mengenai sejarah bendera Merah-Putih ini

    Prototype Teks Proklamasi

    Pada hari Kamis, 13 Agustus 2015, saya diminta untuk membuat naskah teks proklamasi bersama teman pada saat pelajaran Sejarah Indonesia untuk merasakan bagaimana ketegangan pada saat penyusunan teks proklamasi yang dilakukan oleh Sukarno dan Muhammad Hatta 70 tahun lalu secara individual, dan inilah hasilnya:


    PROKLAMASI

    Atas asas kemerdekaan dan kemanusiaan, kami seluruh bangsa Indonesia, menyatakan merdeka dan bebas dari kekuasaan pihak luar. Segala urusan mengenai pemerintahan dan kekuasaan akan dilaksanakan dengan saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Proklamasi ini hendaknya diperhatikan demi mewujudkan persatuan dan kebersamaan, serta membuktikan bangsa Indonesia adalah negara yang berdikari.



    Lalu, kami dibentuk kelompok/4 orang, mendiskusikan hasil masing-masing pemikiran dari teks proklamasi yang dibuat secara individu, dan kelompok saya yang berangotakan Hafi, Yusqi dan Afif merumuskan teks proklamasi menjadi:

    PROKLAMASI

      Tanggal 17 Agustus tahun ’05 atas asas kemerdekaan dan kemanusiaan. Kami bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaan Indonesia.
                   Dengan ini bangsa Indonesia menjadi bangsa yang bersatu dan mandiri. Segala hal mengenai urusan bangsa dan Negara baik dalam maupun luar negeri sepenuhnya merupakan hak bangsa Indonesia.

    8.14.2015

    Badan Militer dan Semimiliter di Indonesia pada Masa Penjajahan Jepang


    • Militer
    1) Heiho
    2) PETA
    • Semimiliter
    1) Seinendan (Barisan Pemuda)
    > Dibentuk 29 April 1943
    > Mendidik pemuda untuk mempertahankan tanah air, dengan maksud terselubung sebagai penyediaan tentara cadangan
    2) Keibodan (Barisan Pembantu Polisi)
    > Membantu tugas polisi Jepang mengawasi masyarakat
    3) Fujinkai (Himpunan Wanita)
    > Dibentuk Agustus 1943
    > Bertugas mengumpulkan barang-barang wajib untuk pertahanan; seperti emas, perhiasan, hasil panen, ternak, dll.
    4) Syuisyintai (Barisan Pelopor)
    > 1 November 1944
    > Ir. Soekarno sebagai pemimpin
    > Wakil pemimpin yaitu R.P. Suroso, Otto Iskandardinata, dr. Buntaran Martoatmojo
    > Dibentuk karena merupakan hasil sidang ketiga Chuo Sangi In
    5) Hizbullah
    > Dibentuk 15 Desember 1944
    > Sebagai tentara cadangan membantu tugas tentara Dai Nippon
    > Tujuan utama mempertahankan islam

    8.13.2015


    Teks proklamasi yang otentik adalah teks yang sudah berupa ketikan, bukan berupa coretan konsep yang dibuat oleh Sukarno

    5.06.2015

    Organisasi-organisasi dan Tokoh-tokoh Kebangkitan Nasional

    1) Boedi Oetomo
    Tahun 1906, di Yogyakarta, dr. Wahidin Sudirohusodo menggagasi pendirian studifonds, atau penggalangan dana bagi para pelajar yang tidak mampu secara ekonomi. Untuk mewujudkan hal ini, dia pergi ke Bandung, menuju sekolah kedokteran STOVIA, dan bertemu mahasiswa-mahasiswa disana, seperti Cipto Mangunkusumo, Gunawan Mangunkusumo, Sutomo, Suraji dan Gumbrek. Mereka pun berunding dan akhirnya membentuk suatu organisasi bernama Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908, dimana tanggal ini ditetapkan sebagai hari Kebangkitan Nasional pada masa selanjutnya. Walaupun organisasi Boedi Oetomo bisa dibilang mempelopori gerakan kebangkitan nasional, gerakan ini masih terbatas di kalangan Jawa dan Madura saja pada masa pendiriannya.

    Pada masa pergerakannya Boedi Oetomo meminta pemerintah Hindia-Belanda untuk:
    a. Meningkatkan pendidikan bagi para pelajar, baik bumiputera/golongan bawah maupun ningrat
    b. Memberikan beasiswa pendidikan untuk pelajar bumiputera
    c. Menyediakan lebih banyak tempat untuk sekolah pertanian
    d. Izin pendirian sekolah desa Boedi Oetomo
    e. Izin pendirian VAK/sekolah khusus bumiputera wanita
    f. Meningkatkan kualitas pengajaran sekolah dokter di Jawa
    g. Membangun taman kanak-kanak untuk bumiputera
    h. Memnyediakan beasiswa bagi para pelajar bumiputera untuk menempuh pendidikan di sekoalh-sekolah Eropa

    2) Sarikat Dagang Islam
    Dibentuk oleh Haji Samanhudi, dicetuskan karena ekspansi pedagang-pedagang Tiongkok ke Indonesia akibat adanya Revolusi Nasional Tiongkok, dimana akibat ekspansi nya ke Indonesia, pedagang-pedagang Indonesia merasa tersaingi. Sarikat Dagang Islam berisi para pedagang batik Solo, didirikan pada tahun 1911. Sarikat Dagang ini bertujuan untuk memajukan perdagangan, bertahan dalam persaingan dengan pedagang Tiongkok, dan sekaligus menyebarkan agama Islam.

    3) Indische Partij
    Didirikan di Bandung pada tanggal 25 Desember 1912 oleh dr. E. F. E. Douwes Dekker, Cipto Mangunkusumo dan Ki Hajar Dewantara yang bertujuan merealisasikan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia melalu media cetak. Pada Maret 2013, organisasi ini dihentikan oleh pihak Belanda dan Agustus 1913 para pendirinya diasingkan.

    4) Partai Nasional Indonesia
    Pada awalnya partai ini berupa Kelompok Belajar Umum (Algemeene Studie Club) yang terletak di Bandung. Beranggotakan Ir. Soekarno, Mr. Iskaq Cokrohadisuryo, Mr. Sartono, dr. Samsi, Mr. Budiarto, Mr. Ali Sastroamidjoyo, Mr. Sunario dan Ir. Anwari, yang akhirnya membentuk Partai Nasional Indonesia sebagai motor pergerakan kemerdekaan. 

    5.03.2015

    Tokoh-tokoh yang berperan dalam Kebangkitan Nasional



    1.   Sutomo
    2.   Ir. Soekarno
    3.   Dr. Tjipto Mangunkusumo
    4.   Raden Mas Soewardi Soerjaningrat (EYD: Suwardi Suryaningrat, sejak 1922 menjadi Ki Hajar Dewantara)
    5.   dr. Douwes Dekker
    dan Lain-Lain